Seorang mahasiswi Program Studi Teknik Nuklir dari Universitas Gadjah Mada, Noor Fahima Wardaningrum, menjadi pembicara termuda yang mewakili Indonesia dalam konferensi internasional ICARO-4 di Vienna, Austria.
ICARO-4 merupakan konferensi global di bidang onkologi radiasi yang diselenggarakan oleh IAEA (International Atomic Energy Agency), dan dihadiri oleh peneliti, akademisi, serta praktisi dari berbagai negara.
Noor mempresentasikan riset tentang pemanfaatan gamifikasi dalam pembelajaran microdosimetry, sebuah bidang penting yang berkaitan dengan pengembangan proton therapy untuk terapi kanker.
Menariknya, presentasi ini mendapat apresiasi langsung dari Prof. Manjit Dosanjh, pakar onkologi radiasi dari University of Oxford.
Cerita ini penting bukan karena gelarnya, negaranya, atau tepuk tangannya.
Tapi karena ia menunjukkan satu hal yang sering terlupa dibicarakan:
keseriusan belajar, fokus pada bidangnya, dan keberanian untuk hadir di ruang global.
Untuk mahasiswa Indonesia, ini bisa jadi pengingat:
kamu tidak harus bergerak paling cepat.
Tapi ketika kamu belajar dengan arah yang jelas dan konsisten, peluang bisa datang dari tempat yang tidak pernah kamu rencanakan.